9 Mitos dan Fakta Mengenai Menopause

Suatu kondisi yang sering dikhawatirkan perempuan ialah masa menopause. Masa ini merupakan masa critical bagi seorang wanita dengan berbagai mitos yang berkembang. Sebelumnya kita perlu memahami terlebih dahulu apa itu menopause dan bagaimana gejalanya sehingga kita bisa membedakan mitos dan fakta.

Menopause merupakan berhentinya siklus menstruasi secara fisiologis yang terjadi pada tingkatan usia tertentu atau ketika fungsi ovarium berhenti. Ovarium atau indung telur adalah salah satu dari sepasang kelenjar reproduksi pada wanita.

Ovarium menghasilkan hormon kewanitaan seperti estrogen dan progesteron juga sel telur. Setiap satu bulan sekali atau periode, sel telur dilepaskan dari salah satu ovarium  kemudian sel telur berpindah dari ovarium ke uterus melalui tuba fallopi. Proses ini berulang terus jika tidak ada faktor yang menghalanginya seperti sakit atau menggunakan obat-obatan. Menopause terjadi ketika ovarium tidak lagi melepaskan sel telur setiap bulannya. Kondisi ini bisa diartikan juga bahwa tidak adanya lagi periode menstruasi selama 12 bulan tiap tahunnya.

mitos fakta menopause

Semua hormon wanita yang mengatur perkembangan karakteristik tubuh wanita seperti bentuk tubuh, payudara, dan rambut berasal dari ovarium. Hormon-hormon ini juga mengatur kehamilan dan menstruasi. Sedangkan estrogen berfungsi untuk melindungi tulang. Oleh karena itu, seorang perempuan bisa mengalami pengeroposan tulang (osteoporosis) di kemudian hari ketika ovarium tidak lagi menghasilkan  hormon estrogen yang cukup.

Seseorang mengalami menopause di usia yang berbeda-beda tetapi kebanyakan perempuan mengalaminya di usia 51 tahun. Namun, ada sebagian perempuan yang mengalami menopause dini (premature menopause) yang disebabkan operasi, seperti histerektomi, atau kerusakan pada indung telur dan pengobatan dari kemoterapi. Faktor lain yang dapat mempengaruhi cepat tidaknya masa menopause ialah down syndrome, turner syndrome, defisiensi enzim, penyakit Addison, dan hipotiroidisme.

Menopause membuat fisik, psikologis, hormonal hingga seksual seorang wanita mengalami perubahan drastis. Gejala yang sering dirasakan berupa sakit kepala, depresi, jantung berdetak kencang, vagina mulai terasa kering dan kurang elastis, serta sakit pada otot dan persendian. Tetapi, tak setiap perempuan mengalami hal seperti ini.

Menopause bukanlah suatu penyakit sehingga tidak perlu ditakuti karena ini adalah kondisi yang normal dan wajar dialami setiap perempuan. Mitos yang berkembang sering tidak didukung oleh penjelasan yang benar sehingga menjadi mimpi buruk untuk para perempuan.

Yuk, kita pahami dengan baik fakta yang sesungguhnya menurut kesehatan:

#1 Mitos: Berat badan bertambah.

Fakta: Saat fase menopause, tentu tidak bisa dihindari. Menurunnya hormon esterogen menyebabkan perubahan metabolisme lemak. Dimana kolesterol baik menurun dan kolesterol jahat meningkat yang pada  akhirnya menimbulkan perut buncit. Hal ini bisa diatasi dengan tetap menjaga pola makan yang benar dan rajin berolahraga.

#2 Mitos: Menopause merusak kulit

Fakta: Ini tidak benar karena kerusakan kulit bukan disebabkan oleh menopause melainkan karena faktor genetika, merokok, dan terkena paparan sinar matahari. Jika Anda ingin mencegahnya menjauhlah dari perokok, jangan merokok, dan selalu gunakan sunblock ketika beraktivitas di bawah sinar matahari.

#3 Mitos: Terapi hormon alami adalah solusi terbaik

Fakta: Jangan pernah percaya dengan pernyataan ini sebab kelompok obat bioidentik tidak masuk dalam badan pengawas obat dan makanan Amerika Serikat atau Food and Drug Administrasion. Selain itu, tidak ada hormon yang dapat menggantikan estrogen yang hilang.

#4 Mitos: Hasrat Seksual Menurun

Fakta: Hormon estrogen yang menurun memang benar menyebabkan vagina mengering dan saat berhubungan vagina terasa sakit. Ini tak menjadi alasan gairah bercinta menurun. Solusinya Anda bisa menggunakan pelumas sehingga tidak terasa sakit dan gairah seksual dapat tersalurkan.

#5 Mitos: Anda akan sering mengompol

Fakta: Jangan panik! Peristiwa ini wajar terjadi karena jaringan kandung kemih dan uretra semakin menipis sehingga lebih menonjol dan sulit menahan pipis. Hal ini bisa diatasi dengan berlatih senam kegel secara rutin.

hot flushes saat menopause - mitos

#6 Mitos: Setiap perempuan mengalami hot flushes

Fakta: Hot flushes adalah perasaan panas yang sewaktu-waktu dapat menyerang tubuh bagian wajah, leher, dan dada. Hal ini berlangsung selama dua sampai tiga puluh menit setiap satu kali kejadian.  Selain itu, hot flushes juga dapat menimbulkan gejala keringat berlebih.

#7 Mitos: Penyakit menular seksual minim terjadi

Fakta: HIV atau penyakit menular seksual lainnya masih berisiko menular pada seseorang yang telah memasuki masa menopause sekalipun. Sehingga ketika mereka tidak lagi memanfaatkan kondom sebagai pelindung maka mereka telah membuka jalan penyebaran penyakit seksual menular. Maka tidak heran banyak orang terkena virus HIV justru di rentang usia 50 tahun ke atas.

#8 Mitos: Merasa tertekan saat menopause

Fakta: Sebuah penelitian membuktikan bahwa wanita ketika memasuki usia menopause tidak mengalami perubahan ketertarikan atau minat. Sebaliknya, usia 45 hingga 55 tahun merupakan masa terbaik dalam hidup mereka. Bila Anda merasa masalah begitu menumpuk di pundak Anda dan memengaruhi kemampuan Anda dalam bekerja hingga lebih dari dua minggu sebaiknya segera temui dokter untuk mencari tahu penyebabnya!

#9 Mitos: Menopause menyedihkan bagi semua perempuan

Fakta: Ada berbagai macam hal yang mewarnai bagaimana masa menopause memengaruhi kehidupan perempuan. Sebagian besar perempuan justru merasa bahagia untuk bercinta karena mereka tidak lagi memusingkan dengan pikiran takut hamil di usia yang beresiko. Sehingga menopause tidak menjadi halangan bagi mereka untuk melakukan aktivitasnya.