A – Z tentang Baby Blues

Entah seberapa besar Anda menginginkan kehadiran seorang bayi dan seberapa besar rasa sayang Anda terhadap bayi Anda, ketika bayi Anda sudah benar-benar hadir dalam kehidupan Anda, Anda pasti akan merasakan stress. Hal ini amat sangat wajar terjadi. Semua ibu, khususnya ibu baru, pasti mengalami stress ini yang tentunya muncul dalam intensitas yang berbeda-beda.

Mengapa Stress Pasca Melahirkan Muncul?

Ada istilah khusus yang merujuk pada rasa stress akibat kehadiran si bayi yaitu “baby blues”. Akan tetapi, istilah ini lebih digunakan pada tingkat stress pasca melahirkan dengan intensitas yang sangat tinggi. Rasa stress ini biasanya muncul karena banyak faktor seperti kurangnya tidur akibat mengurus bayi yang suka terbangun di malam hari, tanggung jawab yang baru, kurangnya waktu untuk menyenangkan diri sendiri dan lain sebagainya.

penyebab baby blues

Inilah yang membuat seorang ibu baru pasti merasakan gejolak emosi yang bisa jadi cukup ekstrim. Bisa dikatakan, stress ini merupakan salah satu bentuk reaksi penyesuaian diri seorang ibu dan oleh karenanya, setelah si ibu sudah bisa menyesuaikan diri, gejala baby blues ini akan memudar seiring waktu. Akan tetapi, ada juga kasus di mana si ibu tetap menghadapi baby blues meskipun sudah berlalu beberapa bulan sejak si bayi lahir. Selain beberapa faktor yang disebutkan di atas, ada beberapa faktor lain yang perlu Anda tahu.

  • Perubahan Hormon

Tidak bisa dipungkiri, perubahan hormon akan langsung terjadi sesaat setelah proses persalinan berakhir. Hal ini terjadi karena tingkat estrogen dan juga progesterone mengalami penurunan yang drastis. Tidak hanya itu saja, tiroid juga mengalami penurunan yang mengakibat si ibu mengalami rasa mudah lelah dan bisa berujung ke depresi. Perubahan hormon ini jugalah yang memicu tingkat emosi yang berubah-ubah dan bisa memicu baby blues.

  • Perubahan Bentuk Fisik

Bagi sebagian orang, perubahan bentuk fisik karena persalinan bisa memicu depresi. Belum lagi rasa sakit yang mungkin masih terasa setelah melahirkan.

  • Tingkat Stress

Sudah disinggung sebelumnya, umumnya semua ibu mendambakan kebahagian setelah persalinan karena kehadiran si buah hati. Namun, kebanyakan tidak sadar akan konsekuensi yang menyusul seperti peningkatan tanggung jawab dan banyaknya waktu “sendiri” yang akan hilang.

baby blues - mengapa

Gejala Baby Blues

Pada umumnya, gejala baby blues tidak perlu diwaspadai asalkan masih bisa diatasi. Akan tetapi jika baby blues terjadi dalam waktu yang lama dan gejalanya terasa sangat mengganggu, ada baiknya Anda segera mengambil langkah serius. Apa saja gejalanya? Ada bermacam-macam, seperti halusinasi, paranoid, rasa cemas yang berlebihan, merasa ling lung, perubahan mood yang sangat cepat merupakan beberapa contohnya. Inilah juga alasan kenapa ibu yang mengalami gejala baby blues yang parah bisa tiba-tiba sangat kejam bahkan dengan bayinya sendiri. Inilah yang harus ditangani segera.

Penanganan Baby Blues

Jika memang dirasa perlu, Anda bisa berkunjung ke psikolog dan menjalani sesi terapi. Akan tetapi, pada banyak kasus, beberapa metode bisa dilakukan untuk mengurangi gejala baby blues. Yang pertama adalah mencoba untuk membentuk ikatan yang lebih kuat dengan si bayi. Bagaimanapun Anda adalah ibunya dan bertanggung jawab atasnya.

Ikatan Anda lama kelamaan akan menghilangkan gejala baby blues dan akan menggantikan gejalanya dengan rasa sayang pada si bayi. Yang kedua adalah meminta bantuan dari ibu-ibu baru yang lainnya. Anda bisa saling menguatkan satu sama lain dengan mendengar cerita masing-masing. Dan yang ketiga, yang tidak kalah pentingnya adalah luangkan waktu dengan suami Anda. Suami merupakan partner Anda yang juga bertanggung jawab untuk merawat bayi. Berkomunikasilah dengannya dan jika memang memungkinkan, cobalah bagi tugas untuk merawat bayi.